2. VEKTOR
2. V E K T O R
PENGERTIAN VEKTOR FISIKA
Dalam ilmu fisika, vektor merupakan besaran yang memiliki nilai dan arah. Dalam konteks ini, vektor tidak hanya mencerminkan besaran nilai sesuatu, tetapi juga mengindikasikan ke arah mana besaran tersebut bergerak.
Contohnya adalah pada konsep gaya, di mana vektor gaya tidak sekadar mencerminkan besar gaya yang bekerja, melainkan juga menunjukkan arah gaya tersebut bekerja.
Penggunaan vektor akan memberitahukan arah gaya tersebut. Sehingga, kita mengetahui apakah gaya tersebut menarik, mendorong, mengangkat, ataupun menekan benda.
NOTASI VEKTOR
Vektor direpresentasikan dalam notasi khusus untuk membedakannya dari besaran skalar. Terdapat dua metode umum untuk menuliskan notasi vektor, yaitu menggunakan tanda panah atau menebalkan huruf.
Notasi Vektor dengan Tanda Panah
Notasi vektor dengan tanda panah melibatkan penulisan vektor menggunakan satu atau dua huruf, dan menambahkan tanda panah di atasnya. Simbol tanda panah di atas mengindikasikan bahwa besaran tersebut memiliki arah, menjelaskan bahwa itu adalah vektor.
Notasi Vektor dengan Huruf Ditebalkan
Sementara itu, notasi vektor dengan huruf ditebalkan melibatkan penulisan vektor dengan menggunakan satu atau dua huruf yang dicetak tebal. Biasanya, dua huruf digunakan untuk mewakili titik awal (A) dan titik akhir (B) dari vektor tersebut.
Vektor Sejajar
Vektor sejajar adalah dua buah vektor atau lebih yang memiliki arah yang sama. Tidak peduli besar nilainya, dua buah vektor disebut sejajar jika arahnya sama.
Misalnya, satu vektor mengarah ke kanan sedangkan vektor lainnya ke kiri. maka, kedua vektor tersebut berlawanan walau besar nilainya sama.
SIFAT – SIFAT VEKTOR
Berikut adalah sifat-sifat dari vektor :
Dapat dipindahkan,
Meskipun memiliki arah, vektor tidak memiliki posisi. Artinya, vektor dapat dipindahkan dari satu posisi ke posisi lainnya untuk mempermudah perhitungan. Vektor dapat dipndahkan asalkan besar dan arahnya tetap sama.
Dapat Diuraikan,
Vektor dapat diuraikan untuk mempermudah analisis data. Vektor dua dimensi dapat diuraikan menjadi komponen horizontal dan vertikal. Adapun vektor tiga dimenasi dapat diuraikan menjadi bentuk xx, yy, dan zz.
Dapat Dioperasikan,
Selain dapat dipindahkan dan diuraikan, vektor juga bersifat dapat dioperasikan secara matematis. Artinya, vektor dapat ditambah, dikurangi, dan juga dikali.
BESARAN VEKTOR
Besaran vektor adalah besaran yang memiliki dua karakteristik utama, yaitu magnitude (nilai atau besarnya) dan arah. Beberapa contoh besaran vektor mencakup perpindahan, kecepatan, percepatan, momentum, dan gaya. Untuk menyatakan besaran vektor dengan jelas, perlu mencantumkan nilai besaran (dalam bentuk angka) sekaligus menentukan arah yang terkait.
RESULTAN VEKTOR
Resultan vektor adalah vektor tunggal yang merupakan hasil dari penjumlahan atau penggabungan dari dua atau lebih vektor. Resultan ini mencerminkan total efek atau dampak dari vektor-vektor tersebut, baik dalam hal magnitude (besarnya) maupun arahnya.
Dalam konteks fisika, resultan vektor digunakan untuk menggambarkan hasil akhir dari berbagai gaya atau vektor yang bekerja pada suatu objek, membantu dalam menganalisis pergerakan atau keseimbangan benda dalam suatu sistem.