12. KEMAGNETAN

 

12.  KEMAGNETAN

Magnet ialah sejenis logam yang juga dikenali dengan nama besi berani. Benda yang dapat menarik benda lain dari bahan tertentu.

Magnet sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu magnítis líthos yang memiliki arti batu Magnesian. Di wilayah tersebut memiliki kandungan batu magnet, dan Magnesia itu sendiri merupakan sebuah wilayah di Yunani pada masa lalu saat ini bernama Manisa.

 

JENIS-JENIS MAGNET

 

a.      Dari Segi Kejadiannya

Magnet dikelompokkan dalam dua macam, yaitu magnet alam dan magnet buatan.

 

·         Magnet Alam

Magnet alam adalah magnet yang ada di alam tanpa campur tangan manusia. Kemagnetan magnet alam terjadi karena pengaruh medan magnet dari planet bumi. Magnet alam terdapat di dalam tanah berupa bijih besi, magnet dalam bentuk besi oksida (Fe3O4).

Magnet alam tidak banyak digunakan untuk kepentingan manusia karena ketersediaanya tidak seberapa dan kekuatan unsur-unsur kemagnetannya pada umumnya tidak cukup besar.

 

·         Magnet Buatan

Magnet dapat secara sengaja dibuat oleh manusia dari baja atau besi murni, serta dari bahan paduan seperti paduan baja dengan nikel atau paduan antara aluminium, kobalt, dan nikel (alnico).

magnet buatan dapat dihasilkan dengan cara induksi magnet, dengan cara gosokan dan dengan menggunakan arus listrik (induksi listrik).

Cara-cara Pembuatan Magnet Buatan :

  • o   Dengan Menggunakan Arus Listrik

Dalam pembuatan magnet ini, kawat (kabel) berarus listrik searah (DC) dililitkan di sekitar batang baja atau bahan ferromagnetik lainnya (misalnya paku) yang akan dibuat magnet. Kekuatan gaya magnet buatan semacam ini tergantung pada kuat arus yang mengalir ke dalam lilitan kawat, dan juga tergantung pada banyak lilitan kawat di sekitar batang baja atau batang bahan magnet lain tersebut.

 

  • o   Dengan Gosokan

Membuat magnet semacam ini ialah dengan menggosokgosokan magnet pada batang baja atau batang bahan magnet lainnya yang akan dibuat magnet. Cara menggosok batang magnet pada batang baja haruslah dikerjakan dalam arah yang selalu sama, tidak boleh bolak-balik. Membuat magnet dengan gosokan tidak praktis dan sifat kemagnetannya jarang bertahan lama sehingga tidak banyak dilakukan dalam industri.

 

Sebaliknya, sifat kemagnetan dapat dihilangkan dengan cara : dipukul, dibakar dan dialiri arus loistrik (AC).

 

Jenis magnet berdasarkan bahan dasarnya :

o   Bahan Ferromagnetik

Benda-benda ferromagnetik adalah benda-benda atau bahan-bahan yang sangat mudah dipengaruhi oleh magnet dan juga dengan mudah dapat dibuat magnet. Bahan-bahan ini ialah berupa logam murni dan logam paduan. Logam murni yang merupakan bahan ferromagnetik adalah besi, baja, nikel, dan kobalt. Bahan ini sangat banyak digunakan terutama untuk magnet sementara. Adapun logam paduan yang termasuk bahan ferromagnetik antara lain:

baja-kobalt, baja-nikel, aluminium-nikel-kobalt (alnico), besi-nikel (permalloy), besi-nikel-kobalt (perminvar), dan sebagainya.

o   Bahan Diamagnetis

Bertolak belakang dengan bahan ferromagnetik, bahan diamagnetic ialah bahan yang sukar sekali dipengaruhi oleh magnet. Bahan ini mempunyai permeabilitas (angka koefisien kemagnetan) kurang dari satu. Jika benda diamagnetis di udara atau di ruang hampa udara didekatkan magnet, maka benda ini akan ditolak oleh magnet itu sekalipun dengan pengaruh gaya tolak yang sangat kecil. Contoh zat yang termasuk bahan diamagnetik ialah: bismuth, antimon, seng murni, air raksa, timbal, perak, emas, air, fosfor, dan tembaga.

o   Bahan Paramagnetis

Bahan ini dapat dipengaruhi oleh magnet tetapi tidak dapat dibuat magnet. Yang termasuk bahan paramagnetis ialah: mangan, platina, aluminium, magnesium, timah (tin), oksigen, dan udara.

o   Bahan Nonmagnetis.

            Bahan nonmagnetis ini tidak dapat dipengaruhi magnet dan juga tidak dapat dibuat magnet.                    Sebagai contoh misalnya kaca, kertas, dan kayu. Dalam klasifikasi lainnya, karena bahan                        diamagnetis sangat sukar dipengaruhi oleh magnet, seringkali bahan diamagnetis dimasukkan ke             dalam golongan bahan nonmagnetis.


b.      Berdasarkan Bentuk

Jenis magnet juga digolongkan berdasarkan bentuk geometris magnet. Berdasarkan bentuk ini jenis magnet dapat dibedakan atas empat bentuk dasar magnet yaitu magnet batang, magnet jarum, magnet selinder, dan magnet U.





KUTUB MAGNET

 

Kutub magnet adalah ujung-ujngn magnet yang mempunyai gaya tarik atau gaya tolak terbesar.

Magnet memiliki dua kutub yang berbeda yaitu kutub utara (N) dan kutub selatan (S). Kedua Kutub letaknya di ujung. Disitulah kekuatan magnet begitu kuat.

Kutub utara magnet akan selalu menghadap ke arah utara bumi, dan kutub selatan magnet akan selalu menghadap ke arah selatan bumi. Jika kutub yang sama didekatkan maka akan saling menolak, dan jika kutub yang berlainan didekatkan akan saling menarik.

 

Medan Magnet dan Garis Gaya Magnet

 

Magnet memiliki medan magnet yang akan mengeluarkan gaya magnet. Gaya magnet akan semakin rapat jika di dekat medan magnet, namun akan menjauh jika jaraknya juga menjauh dari medan magnet

Medan gaya magnet adalah ruang disekitar magnet yang masih ada pengaruh gaya tarik magnetnya.

Medan gaya magnet digambarkan sebagai garis lengkung yang disebut garis gaya magnet.

Sebagai contoh ; coba taburkan serbuk besi diatas kertas putih, jika kita menyimpan magnet dibalik kertas tersebut, maka serbuk besi akan menunjukkan sebuah keteraturan, mereka akan berada di daerah sekitar medan magnet.

 

Garis gaya magnet adalah garis-garis yang menggambarkan adanya medan magnet.

Pola garis gaya ketika kutub yang sama jenis didekatkan terlihat garis gaya yang terbentuk saling menjauhi, hingga seolah ada ruang kosong. Misalnya kita dekatkan kutub utara dengan kutub utara atau kutub selatan dengan kutub selatan.

Sementara itu jika kutub beda jenis didekatkan, kutub utara jika didekatkan dengan kutub selatan

maka terlihat pola garis gaya saling menyambung dari kutub ke kutub.

 

Ada tiga aturan yang kita peroleh untuk garis-garis medan magnetik, yaitu sebagai berikut:

(1) Garis-garis medan magnetik tidak pernah saling berpotongan.

(2) Garis-garis medan magnetik selalu mengarah radial ke luar menjauhi kutub utara dan mengarah

      radial ke dalam mendekati kutub selatan.

(3) Tempat di mana garis-garis medan magnetik rapat menyatakan medan magnetik kuat, sebaliknya

      tempat di mana garis-garis medan magnetik renggang menyatakan medan magnetik lemah.







Postingan populer dari blog ini

9. TERMOMETER DAN PERAMBATAN KALOR

REVIEW DAN RESENSI FILM SANG PENCERAH

6. HUKUM NEWTON