10. GAS IDEAL
10. GAS IDEAL
Gas
ideal adalah kumpulan dari partikel pada sebuah zat yang
jaraknya cukup jauh dibandingkan dengan ukuran partikel tersebut.
Partikel
dalam gas yang selalu bergerak secara acak ke segala arah bisa bertumbukan satu
sama lain, tetapi pada gas ideal, tumbukan yang terjadi adalah tumbukan lenting
sempurna atau tumbukan yang tidak membuat partikel kehilangan energi.
Sebenarnya,
dalam kehidupan sehari-hari kita, tidak ada yang namanya gas ideal. Gas-gas di
kehidupan nyata berada pada tekanan rendah dan suhunya tidak mendekati dengan
titik cair gas. Namun, karena gas yang berada di tekanan rendah dan suhunya
tidak dekat dengan titik cair gas mendekati dengan karakter gas ideal, maka gas
tersebut diasumsikan sebagai gas ideal di kehidupan nyata.
Ciri-ciri Gas Ideal :
- · Gas ideal terdiri dari molekul dengan
jumlah yang sangat banyak dengan jarak antar molekulnya jauh lebih besar
dibandingkan dengan ukuran molekul. Hal ini membuat gaya tarik molekul menjadi
sangat kecil sehingga diabaikan.
- · Molekul gas bergerak acak dengan
kecepatan tetap dan memenuhi hukum gerak Newton.
- · Molekul gas ideal mengalami tumbukan
lenting sempurna satu sama lain atau dengan dinding wadah. Dinding wadah gas
ideal sifatnya kaku sempurna dan tidak akan bergerak.
- · Energi kinetik rata-rata molekul gas
ideal sebanding dengan suhu mutlaknya.
Jenis-jenis
Gas Ideal :
Seperti
yang disebutkan sebelumnya, gas ideal sebenarnya tidak ada. Namun, beberapa gas
yang berada di temperatur tinggi dan tekanan rendah memiliki perilaku seperti
gas ideal, yaitu melawan gaya intermolekuler menjadi jauh lebih kecil
dibandingkan dengan energi kinetik partikel. Sementara itu, ukuran molekulnya
jauh lebih kecil dibandingkan dengan ruangan kosong antara molekul.
Dari
penjelasan tersebut, ada beberapa jenis gas di dunia yang masih bisa disebut
dengan gas ideal, seperti nitrogen, oksigen, hidrogen, karbon dioksida dan
gas mulia (Helium (He), Neon (Ne), Argon (Ar), Kripton (Kr), Xenon (Xe), dan Radon (Rn).. golongan 18 atau VIIIA di tabel periodic).
Sifat
Gas Ideal :
Untuk
membedakan gas ideal dengan gas lainnya, maka perlu memahami sifat dari gas
ideal dan selanjutnya untuk gas dengan sifat tersebut akan disebut sebagai gas
ideal.
Berikut
ini adalah sifat-sifat gas ideal:
- Volume molekulnya diabaikan terhadap
volume ruang yang ditempati.
- Gaya tarik antar molekul sangat kecil
sehingga bisa diabaikan.
- Tumbukan antar molekul atau partikel
serta tumbuhan partikel atau molekul terhadap dinding sifatnya elastis, artinya
tidak akan mengalami perubahan energi, bisa disebut dengan terjadi lenting
sempurna.
- Tekanan disebabkan karena tumbukan
pada dinding tabung, sementara besar kecilnya tekanan pada gas karena jumlah
tumbukan per satuan luas per detik.
Syarat Gas Ideal :
Sebuah gas dikatakan ideal apabila
memenuhi syarat-syarat di bawah ini:
- Suatu
gas yang terdiri dari molekul yang identik sehingga antar molekulnya tak
bisa dibedakan.
- Molekul
dalam gas bergerak secara acak ke segala arah.
- Molekul
gas ideal tersebar merata di seluruh bagian.
- Jarak
antar molekul lebih besar dibandingkan ukuran molekulnya.
- Tidak
ada gaya interaksi antarmolekul, kecuali tumbukan antar molekul atau
dengan dinding.
- Semua
tumbuhan dari molekul dengan molekul atau molekul dengan dinding adalah
lenting sempurna.
- Tumbukan
molekul tersebut terjadi pada waktu yang sangat singkat.
- Hukum
Newton tentang gerak berlaku pada gas ideal.
Hukum Gas Ideal :
Persamaan gas ideal didasarkan pada
Hukum Boyle, Hukum Charles, dan Hukum Gay Lussac. Sehingga, kamu wajib memahami
ketiga hukum pada gas tersebut yang akan dijelaskan di bawah ini:
Hukum Boyle
Hukum Boyle berbunyi bahwa untuk
jumlah tetap gas ideal pada suhu sama, tekanan (P) dan volume (V) merupakan
proporsional terbalik, yang satu ganda yang satunya setengah.
PV = Konstan atau P1 V1 = P2 V2
Dimana :
- P =
tekanan gas pada suhu tetap (Pa)
- V =
volume gas pada suhu tetap (m3)
- P1
= tekanan gas pada keadaan I (Pa)
- P2
= tekanan gas pada keadaan II (Pa)
- V1
= volume gas pada keadaan I (m3)
- V2
= volume gas pada keadaan II (m3)
Hukum Charles
Hukum Charles menyatakan apabila gas
dalam sebuah ruang tertutup dengan tekanan yang dijaga konstan, membuat volume
pada gas dalam jumlah tertentu akan berbanding lurus dengan temperatur
mutlaknya.
Dari pernyataan Hukum Charles
tersebut, berikut ini persamaannya:
V/T = Konstan atau V1/T1 = V2/T2
Dimana :
- V =
volume gas pada tekanan tetap (m3)
- T =
suhu gas pada tekanan tetap (K)
- V1
= volume gas pada keadaan I (m3)
- V2
= volume gas pada keadaan II (m3)
- T1
= suhu gas pada keadaan I (K)
- T2
= suhu gas pada keadaan II (K)
Hukum Gay Lussac
Hukum Gay Lussac menyebutkan bahwa
tekanan dari massa gas berbanding lurus dengan suhu mutlak gas, saat volume
dipertahankan dalam keadaan konstan.
P/T = konstan atau P1/T1 = P2/T2
Dimana :
- P =
tekanan gas pada volume tetap (Pa)
- T =
suhu gas pada volume tetap (K)
- P1
= tekanan gas pada keadaan I (Pa)
- P2
= tekanan gas pada keadaan II (Pa)
- T1
= suhu gas pada keadaan I (K)
- T2
= suhu gas pada keadaan II (K)
Rumus Gas Ideal :
Persamaan gas ideal adalah persamaan
yang menjelaskan terkait hubungan antara tekanan dan volume pada gas dengan
temperatur dan jumlah mol gas. Rumus gas ideal ini didasari dari ketiga hukum
yang sudah dibahas di atas.
Berikut ini persamaan umum gas ideal
PV = nRT
PV = (m/M)RT
PM = RT
PV = (N/NA)
RT
PV = NkT
Dimana :
- P = tekanan (Pa)
- V = volume (m3)
- n = jumlah mol (mol)
- T = suhu gas (K)
- R = tetapan umum gas (8,314 J/mol K)
- m = massa
gas (kg)
- M = massa relatif gas (kg/mol)
- ρ = massa jenis (kg/m3)
- N = jumlah partikel
- NA
= bilangan Avogadro (6,02 x 1026 partikel/kmol)
- k = tetapan Boltzman (1,38 x 10-23 J/K)
Perbedaan Gas Ideal dengan Gas Sejati
Berikut ini adalah perbedaan gas
ideal dan gas sejati atau nyata:
- Gas
ideal tidak memiliki gaya antar molekul dan molekul gasnya dianggap
partikel titik. Sementara gas nyata memiliki ukuran dan volume yang
kemudian memiliki gaya antar molekul.
- Sebenarnya,
gas ideal tidak ada di kehidupan nyata. Namun, gas nyata bisa.
- Gas
di kehidupan nyata yang mendekati dengan gas ideal berada di tekanan
rendah dan suhu tinggi. Sementara, gas nyata berada di tekanan tinggi dan
suhu rendah,
- Gas
ideal bisa menggunakan persamaan PV = nRT = nKT. Gas nyata tidak bisa dan
persamaannya lebih rumit.