5. MOMENTUM DAN TUMBUKAN
5. MOMENTUM DAN TUMBUKAN
MOMENTUM
Momentum adalah besaran yang menunjukkan ukuran
kesukaran untuk memberhentikan gerak suatu benda.
Untuk menghentikan benda, diperlukan usaha yang
besarnya sama dengan perubahan energi mekaniknya.
Semakin besar massa suatu benda, maka semakin
besar pula usaha yang diperlukan untuk menghentikan benda tersebut, atau dengan
kata lain, benda semakin sukar untuk dihentikan.
Artinya, semakin besar massa benda, maka
momentum yang dimiliki benda akan semakin besar pula. Jadi, dapat disimpulkan
bahwa momentum berbanding lurus dengan massa, atau dapat digambarkan sebagai
berikut:
Momentum ~
Massa
p ~ m
Begitu pula dengan kecepatan. Semakin besar
kecepatan suatu benda, maka semakin besar pula usaha yang diperlukan untuk
menghentikan benda tersebut, atau dengan kata lain, benda semakin sukar untuk
dihentikan.
Artinya, semakin besar kecepatan benda, maka
momentum yang dimiliki benda akan semakin besar pula. Jadi, dapat disimpulkan
bahwa momentum berbanding lurus dengan kecepatan, atau dapat digambarkan
sebagai berikut:
Momentum ~ Kecepatan
p ~ v
Jenis-Jenis Momentum
Momentum terdiri atas dua jenis, yaitu momentum
linear dan momentum angular.
Momentum Linear
Momentum linear adalah momentum dari benda yang
bergerak secara translasi.
Artinya, momentum ini adalah momentum yang
dimiliki oleh benda-benda yang bergeraknya lurus.
Momentum Angular
Momentum angular adalah momentum dari benda
yang bergerak secara rotasi.
Artinya, momentum ini adalah momentum yang
dimiliki oleh benda-benda yang bergeraknya melingkar atau berputar.
Rumus momentum
Karena momentum berbanding lurus dengan massa
dan kecepatan, maka momentum dapat dirumuskan sebagai berikut:
Keterangan:
p =
momentum (kg m/s)
m = massa
(kg)
v =
kecepatan (m/s)
TUMBUKAN
Tumbukan adalah interaksi dua buah benda atau lebih
yang saling bertukar gaya dalam selang waktu tertentu dan memenuhi hukum
kekekalan momentum.
Hukum kekekalan momentum berbunyi:
“Jika tidak ada gaya luar yang bekerja pada
sistem, maka momentum sebuah sistem akan selalu konstan.”
Benda yang saling bertabrakan akan mengalami
tumbukan yang jenisnya berbeda-beda tergantung dari kondisinya. Jenis-jenis
tumbukan ini dibedakan berdasarkan perubahan energi yang terjadi.
Jenis-Jenis Tumbukan
Tumbukan terdiri atas tiga jenis, yaitu tumbukan
lenting sempurna, tumbukan lenting sebagian, dan tumbukan tidak
lenting sama sekali (tidak elastis).
Tumbukan
Lenting Sempurna
Tumbukan lenting sempurna terjadi jika energi
kinetik sebelum tumbukan sama dengan energi kinetik setelah tumbukan. Dengan
kata lain, semua energi kinetik di kondisi awal menjadi energi kinetik di
kondisi akhir. Pada tumbukan ini berlaku hukum kekekalan energi mekanik.
Tumbukan
Lenting Sebagian
Tumbukan lenting sebagian terjadi jika energi
kinetik sebelum tumbukan berubah menjadi energi panas, gesekan, bunyi, atau
deformasi (energi yang mengubah bentuk benda) setelah tumbukan. Pada tumbukan
ini tidak berlaku hukum kekekalan energi mekanik.
Tumbukan Tidak Lenting Sama Sekali
Tumbukan tidak lenting sama sekali terjadi jika
energi kinetik berubah saat tumbukan, sehingga membuat benda menyatu dan
bergerak bersama setelah tumbukan. Tumbukan ini terjadi apabila salah satu
benda memiliki massa dan kecepatan yang jauh lebih besar dibandingkan massa dan
kecepatan benda lainnya, sehingga benda lainnya yang bermassa dan berkecepatan
kecil akan ikut terbawa. Pada tumbukan ini tidak berlaku hukum kekekalan energi
mekanik.
Rumus Tumbukan
Pada tumbukan, berlaku persamaan
sebagai berikut :
